Allah tak pernah salah menata waktu.
Ada cinta yang tumbuh cepat, seperti musim semi.
Ada pula cinta yang kembali—
setelah hujan reda,
setelah hati belajar untuk tidak tergesa.
Ini bukan kisah tentang awal yang sempurna,
tapi kisah dua hati
yang pernah belajar melepaskan,
dan kini memilih—
dalam ridha-Nya.
dua orang dewasa,
yang telah lama berjalan berdampingan dengan sepi,
akhirnya memutuskan untuk tidak berjalan sendiri.
Dengan hati yang penuh syukur,
kami ingin berbagi kabar baik
bahwa dua insan dewasa,
yang masing-masing telah melalui banyak hal,
telah memilih untuk melanjutkan hidup bersama
dalam ikatan yang diridhai Allah.
Orang tua kami akan menikah,
dengan seseorang yang dipilih semesta
untuk menjadi teman perjalanannya yang baru.
Tri Cahyo Prihantono
Dwi
Mayasari
akad nikah
Sabtu,
02 Agustus 2025
08.00 WIB
hanya dihadiri keluarga
ini adalah potongan-potongan kecil dari hati yang ingin kami simpan selamanya.
jika kamu punya waktu,
lihatlah sebentar—
barangkali rasanya bisa ikut kamu rasakan juga.
mungkin ada cinta
yang tidak sempat disampaikan dengan peluk,
atau ucapan,
namun ingin tetap hadir,
dalam cara yang tak banyak suara.
“Dan bila masa telah cukup, bila luka telah sembuh dan hati tak lagi gamang,
maka janganlah menghalangi dua jiwa yang telah saling ridha
untuk memulai kembali—dengan cara yang baik.”
(Terinspirasi dari QS. Al-Baqarah: 232)
jika semesta berbaik hati,
semoga langkahmu singgah,
dan bila tidak, tak apa.
cukup titipkan doa,
pada angin yang tahu caranya sampai.
Ucapan dan doa dibawah sini